Capek juga coret-coret tentang kontroversi efek samping obat herbal, waspada obat herbal, rasionalisasi obat herbal
semuanya tentang herbal karena prihatin lihat pembodohan masarakat yang
terkesan dibiarkan tentang Obat Herbal yang katanya nggak ada efek
samping. hhmmm..yang kaya produsennya yang jadi korban ya tetap
masyarakat awam. sekarang ganti topik coretan tentang "Galau" dilihat
dari sisi Science hehee..
Sepertinya
awal tahun 2010 kata-kata galau menjadi semakin ngeTrend sampai-sampai
Bpk Presiden kita yang backgrounnya dari militer juga ikutan galau
hehee... bahkan sekarang ada acara di TV nasional “Galau Nite” tayang
tiap malam minggu (biasanya orang pacaran tiap malam minggu hehee..)
galauers ini adalah para Jomblowan dan Jomblowati malam minggu nggak
ngapel dan nggak diapelin santai aja bro...and sist...katanya “Jomblo
itu Pilihan”. Sebenernya apa sih arti galau kok bisa jadi Trend
sekarang.
Katanya kamus besar Indonesia Galau bersinonim dengan bimbang,
bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir,
kusut, resah, risau, senewen, was-was. Lalu pengertiannya galau
bagaimana ? susah niih kalau diartikan secara harfiah bisanya kalau
dirasain sendiri baru ngerti deh artinya galau hehee...
Tahukah
kamu ternyata hormon dalam tubuh kita memiliki peran yang besar saat
kita merasa galau. Contoh saja galau saat “falling in love” pertama
merasakan tertarik dengan lawan jenis, kedua deg-deg’an, salah tingkah
saat bertemu, ketiga wajahnya selalu terbayang-banyang, keempat bisa
senyum-senyum sendiri dst, bener kann,..hehee..itu adalah proses alamiah
tubuh terhadap respon hormon yang sedang bekerja.
Antropolog biologi dari Rutgers University, Helen Fisher, menyatakan bahwa ada 3 tahap dalam cinta, yang disebutnya : lust, attraction, dan attachment, yang masing-masing tahap itu diatur oleh hormon dan atau senyawa kimia yang berbeda.
Tahap 1 : Lust (hasrat, keinginan, desire)
Tahap ini diawali dengan ketertarikan atau gairah terhadap lawan jenis, yang dipengaruhi oleh hormon sex yaitu Testosteron dan Estrogen,
pada pria dan wanita. Ini dimulai dari masa pubertas, di mana seseorang
mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Kecuali “Maho” dan “Males” yaa
hehee..(kelainan hormon)
Tahap 2 : Attraction
Tahap ini merupakan tahap yang “amazing”
ketika seseorang benar-benar sedang jatuh cinta dan tidak bisa berpikir
yang lain. Menurut Fisher, setidaknya ada 3 neurotransmiter yang
terlibat dalam proses ini, yaitu adrenalin, serotonin, dan dopamin.
Adrenalin
Tahap awal ketika “Falling in love” akan mengaktifkan semacam “fight or flight response”, yang akan meningkatkan pelepasan Adrenalin dari ujung saraf.
Adrenalin akan bertemu dengan reseptornya di persarafan simpatik, dan
menghasilkan berbagai efek seperti percepatan denyut jantung
(takikardi), aktivasi kelenjar keringat, menghambat salivasi. Inilah
tersangkanya yang menyebabkan jantung berdebar-debar, berkeringat
dingin, mulut terasa kering bahkan sampai Salting a.k.a salah tingkah
saat bertemu secara sengaja atau tidak dengan si “Dia”. Iya, nggak...?
:D
Dopamin
Pada
penelitian tersebut ditemukan tingginya kadar dopamin pada otak orang
yang baru “jadian”. Dopamin adalah suatu senyawa di otak yang berperan
dalam sistem “keinginan dan kesenangan” efeknya hampir serupa dengan seorang yang menggunakan kokain
Kadar dopamin yang tinggi di otak menyebabkan energi yang meluap-luap,
berkurangnya kebutuhan tidur karena energi yang meluap atau kurang
makan, dan perhatian yang terfokus serta perasaan senang yang indah (exquisite delight)
terhadap berbagai hal kecil pada hubungan cinta mereka…. Dopamin juga
merupakan neurotransmiter yang menyebabkan adiksi (ketagihan) termasuk
adiksi dalam cinta. Seperti orang yang mengalami addiksi cocain atau ecstassy (obat yang menyebabkan penghambatan re-uptake dopamin) Secara neurobiologi keadaannya sama… yaitu level dopamin yang tinggi di otak
Singkat ceritanya niih...saat “falling in love” Dopamin menyebabkan
- Energi meluap-luap = orang yang lagi jatuh cinta itu pasti tidak akan merasa lelah kalaupun harus berjalan berkilo-kilometer kalau itu dijalani bersama yang lagi dicintai, iyaa kan.. hehee..
- Jadi nggak lapar dan susah tidur = asal bareng dia seharian, lapar pun tidak berasa hehee..*yang punya maag hati-hati kambuh
- Perhatian yang terfokus = jadi super perhatian sama di Dia
- Perasaan senang yang indah = jadi senyum-senyum sendiri *ati-ati dikira orang gila Bos !!,..hehee..
Serotonin
Ketika
jatuh cinta, kadar serotonin otak menurun. Serotonin merupakan
neurotransmiter yang terlibat dalam obsesi. Turunnya level serotonin
inilah yang menyebabkan mengapa ketika kita jatuh cinta, wajah si dia
selalu terbayang-bayang terus di kepala…. terobsesi terhadap si dia.
Keadaan ini mirip dengan keadaan orang dengan gangguan Obsessive Compulsive Disorder (sedikit mendekati Gila) Ada
obsesi atau keinginan terhadap sesuatu dan ada dorongan (kompulsi)
untuk berulang-ulang melakukan sesuatu untuk mencapai keinginan
(obsesi)-nya. Misalnya terobsesi untuk mendengar suara si dia telpon
berjam-jam kalau pulsa belum habis belum selesai hehee,..ada lagi nih
ngeliatin Fotonya terus bahkan sampai mau tidur hahaa...bener kaan..?
Tahap 3 : Attachment
Tahap
ini adalah tahap ikatan yang membuat suatu pasangan bertahan untuk
jangka waktu yang lama, dan bahkan untuk menikah dan punya anak. Para
ilmuwan menduga bahwa ada 2 hormon utama yang lain yang terlibat dalam
perasaan saling mengikat ini, yaitu oksitosin dan vasopresin.
Oxytocin – The cuddle hormone (hormon untuk menyayangi)
Oksitosin
adalah salah satu hormone yang dilepaskan oleh pria maupun wanita
ketika mereka berhubungan seksual, yang membuat mereka menjadi lebih
dekat satu sama lain. Oksitosin juga merupakan hormone yang dilepaskan
oleh sang ibu ketika proses melahirkan dan merupakan hormon pengikat
kasih sayang ibu dengan anaknya. "Hormon ini menciptakan perasaan tenang
dan kedekatan," kata Carol Rinkleib Ellison, seorang psikolog di
Loomis, California dan mantan asisten profesor di University of
California, San Francisco. Menurut saya hormon ini mempengaruhi tingkat
“falling in love” tertinggi karena mengartikan rasa menyayangi seperti
hubungan rasa sayang antara ibu dan anak.
Vasopressin
Sedangkan
vasopressin adalah hormone penting lainnya yang menjaga komitmen
hubungan suatu pasangan. Hubungan yang berjalan cukup lama biasanya
menimbulkan ikatan saling membutuhkan, menjaga, menyayangi satu sama
lain dan memiliki rasa setia kepada pasangan. Artinya hormon Vasopressin
kalian berdua bekerja aktif. Hormon Vasopressin lah yang selama ini
mendorong kamu dan dia untuk terus menjalin hubungan dan menimbulkan
rasa setia satu sama lain. Hormon ini yang paling so sweet dehh...
hehee..
Jadi
kalau ada orang yang Galau karena cinta hormon-hormon inilah tersangka
utamanya. Perasaan jatuh cinta itu bisa sangat mempengaruhi mood seseorang…Kalau
perasaan sedang sehati dengan dia, hidup terasa indah berbunga-bunga
tiada duanya Tapi kalau sedang bertepuk sebelah tangan, Dunia serasa
bertaburan bunga bangkai hahaa..*lebay.com
keep moving guy’s... life is not only about him or her, it’s about your future not your past.
Hormon-hormon
cinta itu memang “sesuatu” banget saat “falling in love” tapi perlu
hati-hati ya guy’s ternyata ada efek buruknya juga lhoo dari
hormon-hormon cinta itu. Kita bahas di coretan selanjutnya see u...
Aji Wibowo,S.Farm.,Apt
Semoga Bermanfaat Wallahu a’lam bishshawab
Sumber : zulliesikawati.wordpress.com dg penambahan seperlunyaHormon Cinta dan Hormon Galau http://farmatika.blogspot.com/2012/04/hormon-cinta-dan-hormon-galau.html#ixzz3sxHhlkpA



1 komentar:
Makasih Artikelnya sangat bermanfaat.
http://maswidikira.blogspot.com/
Posting Komentar