Ads Header

Pages

Rabu, 21 November 2012

puisi

perang otak,perang hati, perang jiwa,perang batin, perang keadaan, hanya untuk pasir harapan yang bereosi..........dan aku hanya segumpal batu karang yang rapuh yang tetap diam meskipun di hempas, di tendang, dan di sapu ombak......namun aku tetap berusaha tegar dan tegap melawan beribu kenyataan imaji yang dangkal nan kejam.....tapi percayalah!! semua itu bagaikan kata-kata murahan jika tanpa do'a, dukungan, dorongan dari teman sebatu karang......i miss you all frieds .......;-)  (WE LOVE YOU 6)






Read more

kopi dapat tingkatkan hormon testosteron

Kopi Tingkatkan Kadar Hormon Testosteron

 
Testosteron adalah hormon seks utama pria yang diproduksi oleh testis dan menimbulkan karakteristik maskulin pada pria. Testosteron membantu meningkatkan kepadatan tulang, meningkatkan massa otot dan kekuatan, membantu dalam produksi sel darah merah dan berperan dalam produksi sperma dan dorongan seks.

Penurunan kadar testosteron pada pria biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia dan disebut dengan istilah andropause. Salah satu gejala testosteron rendah adalah hasrat seksual atau libido rendah.

Dalam upaya untuk menghindari zat-zat yang dapat menurunkan testosteron, beberapa atlet dan binaragawan menghindari kafein karena takut dengan efek sampingnya padahal kafein disebut-sebut justru memiliki kemampuan meningkatkan kadar testosteron dalam darah.

Kafein yang digunakan selama berolahraga memiliki efek yang mengejutkan. Seorang atlet rugby diberi suplemen kafein, dalam dosis terkontrol mulai dari 200 sampai 800 mg, satu jam sebelum mengangkat beban. Hasilnya, sebagaimana diterbitkan dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism pada bulan April 2008 lalu, menyebutkan bahwa kekuatan olahraga tanpa kafein menyebabkan kenaikan konsentrasi testosteron sebesar 15 persen, sementara dengan dosis 800 mg kafein akan meningkatkan kadar testosteron sampai 21 persen.

Kafein juga dapat dihubungkan dengan kualitas dan volume sperma. Sebuah studi dilaporkan oleh Human Reproduction pada edisi 2008 yang mengamati perkembangan anak-anak sampai dewasa dari para ibu yang telah berpartisipasi dalam studi jangka panjang dan mengkonsumsi kafein selama masa kehamilan mereka.

Ibu yang minum 4-7 cangkir setiap hari menghasilkan anak-anak yang memiliki tingkat sedikit sampai sedang mengalami penurunan volume air mani dan kadar testosteron. Begitu juga dengan anak-anak dewasa yang minum kafein memiliki tingkat testosteron 14 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan kafein rendah, meskipun tidak ada perbedaan berarti dalam kualitas air mani ataupun volumenya.

Jumlah moderat kafein yang disarankan adalah tiga kali 8-ons cangkir kopi per hari, yang jumlahnya ekuivalen dengan 250 mg kafein. Mengkonsumsi sepuluh cangkir 8 ons atau lebih setiap hari sudah termasuk berlebihan. Kafein dalam kadar tinggi dapat menyebabkan insomnia, detak jantung semakin cepat, tremor dan kecemasan dan dapat berkontribusi terhadap penyakit payudara fibrokistik dan gangguan menstruasi pada wanita. Jika Anda sedang hamil atau memiliki penyakit jantung atau sakit maag, Anda harus mengurangi atau menghindari mengkonsumsi kafein. (seksualitas.net)
 
 
 
Akses berita lewat gadget anda: m.riaupos.co
Read more

Selasa, 13 November 2012

SUBSTANSI GENETIKA

Pembahasan tentang subtansi genetika menyangkut senyawa didalam inti sel (nucleus) yang disebut asam nukleat. Asam nukleat berfungsi sebagai informasi genetik yang mengatur pemunculan sifat suatu makhluk hidup. Sifat-sifat yang muncul tersebut akan dikendalikan melalui pengendalian enzim-enzim atau senyawa protein lain yang disintesis oleh asam nukleat. Dengan demikian segala aktivitas metabolisme dalam tubuh dapat dikendalikan melalui pengendalian enzim-enzim yang disintesis oleh asam nukleat. Fungsi dari pengaturan sintesis protein ini merupakan suatu dasar yang menyatakan asam nukleat sebagai subtansi genetika atau pembawa sifat.

Asam nukleat dibedakan menjadi dua. DNA (deoksiribonucleid acid atau asam deoksiribonukleat) dan RNA (Ribonucleic acid). Keduanya disusun oleh unit-unit structural, nukleutida. Asam nukleat dapat dinamakan juga polinukleutida (polimer nukleutida).

DNA

Molekul DNA merupakan molekul double-helix yang memiliki dua untai polinukleutida (double-stranded). Setiap polinukleutida dari DNA terdiri atas nukletida-nukleutida yang dihubungkan oleh ikatan phospodiester. Nukleutida pada molekul DNA mengandung tiga komponen penting, yaitu :
-          Gula pentosa yang disebut deoxyribose (gula ribosa yang kehilangan atom oksigen pada atom C nomor 2)
-          Gugus fosfat, menyusun struktur nukleutida (nukleusida monofosfat)
-          Basa nitrogen berupa basa purin (adenine dan guanin) dan basa pirimidin (timin dan sitosin). Basa adenine dari untai yang satu akan berpasangan dengan basa timin dari untai yang lainnya. Sedangkan basa guanine dari untai yang satu akan berpasangan dengan basa sitosin dari untai lainnya.
Nukleutida berdasarkan kandungan basa nitrogen yang menyusunnya dibedakan atas Adenosine monophosphate (AMP), Guanine monophosphate (GMP), Cytidine monophosphate (CMP), Thymidine monophosphate (TMP) dan Uridine monophosphate (UMP). Macam-macam nukleusida berdasarkan kandungan basa nitrogen yang menyusunnya dibedakan atas Adenosine (A), Guanosine (G), Cytidine (C), Thymidine (T) dan Uridine (U).
RNA
Molekul RNA merupakan hasil instruksi DNA yang disintesis melalui mekanisme transkripsiDNA untuk selanjutnya ditransfer keluar dari inti sel masuk ke dalam sitoplasma. Molekul RNA memiliki perbedaan yang mendasar dengan molekul DNA, yaitu :
-          Gula pentosa penyusun nukleutida bukan deoxyribosa seperti yang dimiliki DNA, tetapi berupa gula ribosa.
-          RNA tidak memiliki basa nitrogen jenis timin, tetapi digantikan dengan basa urasil (U). Ketika suatu untai tunggal RNA akan disintesis melalui mekanisme transkripsi DNA, basa urasil akan dimunculkan sebagai hasil transkripsi (penyalinan) dari basa adenine untai DNA.
-          Molekul RNA merupakan molekul untai tunggal polinukleutida (single-stranded), tidak seperti DNA yang merupakan molekul double-stranded (untai ganda).

Bagian-bagian dan Bentuk Kromosom
Kromosom dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1.      Kromatid: salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom. Kromatid masih melekat satu sama lain pada bagian sentromer. Istilah lain untuk kromatid adalah kromonema. Kromonema merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase). Kromonema sebenarnya merupakan istilah untuk tahap awal pemintalan kromatid. Jadi, kromonema dan kromatid merupakan dua istilah untuk struktur yang sama.
2.      Kromomer: merupakan penebalan pada kromonema. Kromoner merupakan struktur manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang terkadang terlihat saat interfase.
3.      Sentromer: merupakan daerah kontriksi disekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer juga terdapat kinetokor yang merupakan bagian pelekatan benang-benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan tempat melekatnya kromosom.
4.      Lekukan kedua: bagian ini berada di sepanjang lengan dan berhubungan nucleolus. Oleh karena itu disebut dengan NOR (Nucleolar Organizing Regions).
5.      Satelit: bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak pada ujung kromatid. Tidak semua kromosom memiliki satelit.
6.      Telomer: merupakan daerah terujung pada kromosom. Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian terujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai. Maka dari itu, sel yang telomer kromosomnya mengalami kerusakan umumnya segera mati.
Letak sentromer pada kromosom dapat membedakan jenisk kromosom. Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibagi menjadi:

  1. Telosentrik : sentromer terletak di ujung kromosom sehingga kromosom hanya memiliki sebuah lengan dan berbentuk seperti huruf I. Kromosom manusia tidak ada yang berbentuk telosentrik.
  2. Akrosentrik : sentromer terletak di dekat ujung kromosom. Satu lengan kromosom sangat panjang, sedangkan lengan lainnya sangat pendek.
  3. Submetasentrik : sentromer terletak di submedian (ke arah salah satu ujung kromosom) dan membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang tidak sama panjang. Satu lengan panjang dan satu lengan pendek, seperti huruf L.
  4. Metasentrik : sentromer terletak di tengah, membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang hampir sama panjang seperti huruf V.
Macam-macam kromosom:
  1. Autosom: kromosom tubuh yang tidak menentukan jenis kelamin. Pada manusia, pria dan wanita, bentuk dan jumlahnya sama.
  2. Genosom: kromosom seks yang menentukan jenis kelamin. Jenis kelamin laki-laki(XY) dan perempuan(XX). Memiliki bentuk dan jenis yang berbeda.
Jumlah kromosom pada beberapa jenis hewan:
-          Lalat buah: 8/4ps
-          Nyamuk: 6/3ps
-          Manusia: 46/23ps
-          Orang utan: 48/24ps
-          Simpanse: 48/24ps
-          Gorilla: 48/24ps
GEN
Gen merupakan unit intruksi untuk menghasilkan atau mempengaruhi suatu sifat herediter tertentu. Gen dominan ditulis dengan huruf besar dengan resesif ditulis dengan huruf kecil. Contoh: karakter tinggi dominant (T) dan karakter pendek resesif (t).
ALEL
Alel merupakan variasi alternatif gen yang menjelaskan adanya variasi pada suatu sifat.
HUBUNGAN GEN DENGAN KROMOSOM
Kromosom mengandung DNA. Total keseluruhan informasi genetik yang disimpan didalam kromosom disebut genom. Genom DNA tersusun atas gen-gen. satu gen mengandung satu unit informasi mengenai suatu sifat yang dapat diamati. Gen juga dianggap sebagai fragmen DNA didalam kromosom.
STRUKTUR DNA
Rantai DNA merupakan rantai polinukleotida. Satu nukleotida terdiri atas gula deoksribosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat. Basa nitrogen dibagi lagi menjadi purin (Adenin (A) dan Guanin (G) dan pirimidin.(Sitosin(S) dan Timin(T)). Adenin selalu berpasangan dengan Timin. Sedangkan Guanin selalu berpasangan dengan Sitosin.
Read more

Senin, 12 November 2012

sintesis protein jurusan biologi

sintesis protein terdiri atas 2 tahap, yaitu :
1. Transkripsi.
2. Translasi.
mari kita bahas satu persatu.
1. Transkripsi adalah proses menyalin data yang terdapat pada rantai sense (3′–>5″) DNA. Proses ini terjadi di dalam inti sel dimulai dengan pembukaan rantai DNA oleh enzim ligase. Setelah itu penempelan enzim polimerase pada daerah promotor sekuen gen dan barulah enzim polimerase mulai aktif menyalin kode genetik pada rantai sense DNA hingga bagian triplet basa nitrogen yang mengandung informasi untuk mengehentikan proses menyalin.
pemindahan kode dari 3′-5′-DNA ke m RNA
Hasil dari proses transkripsi adalah mRNA dengan kode pasangan yang terdapat pada rantai sense DNA. Rantai RNA yang mengandung kode ini disebut pula dengan kodon. Jadi mRNA adalah kodon. Setelah proses transkripsi selesai maka m-RNA akan segera bergerak meningggalkan inti sel menuju sitoplasma untuk melakukan proses selanjutnya(translasi).
2. Translasi adalah proses proses penerjemahan kodon menjadi asam amino dan menyambungkan setiap asam amino yang sesuai kodon dengan ikatan peptida menjadi protein. Organel yang aktif melakukan proses penerjemahan kodon adalah ribosom. Setelah ribosom melekat pada triplet kodon maka t-RNA yang berada di sitoplasma akan membawakan asam amino yang sesuai pada kodon.
tRNA
gb.2. t-RNA
pemindahan kode dari 5′-3′-mRNA menjadi protein

triplet anti-kodon terdapat pada t-RNA. Triplet ini akan berpasangan dengan triplet kodon sambil membawa sebuah asam amino. misal GUA akan membawa asama amino valin, UAA akan membawa asama amino tirosin. Dan dengan bantuan ribosom asama amino-asama amino tersebut akan digabungkan dengan ikatan peptida menjadi protein.
gb 3. tabel triplet kodon

Contoh : berikut ini adalah kode Rantai DNA pada kedua rantai.
5′ TAC AGT TGA GGG TTT TCC GTA ACT 3′
3′ ATG TCA ACT CCC AAA AGG CAT TGA 5′
–>yang dipakai adalah rantai sense atau rantai 3′-5′, jadi data yang digunakan adalah kode berikut :
3′ ATG TCA CCC AAA AGG CAT TGA ACT 5 –> sense
Setelah proses transkripsi selesai maka akan diperoleh kodon seperti berikut ini:
5′ UAC AGU GGG UUU UCC GUA ACU UGA 3′ –> mRNA
Kemudian terjadi proses translasi yang akan menghasilkan protein yang tersusun atas asama amino- asam amino sebagai berikut (gunakan tabel triplet kodon pada  gambar 3 dengan menggunakan kode pada m-RNA):
UAC      AGU    GGG        UUU       UCC       GUA    ACU     UGA
tirosin-serin-glisin-fenilalanin-serin-valin-threonin-stop
Ketika diterjemahkan stop(UGA)  maka proses translasi akan berhenti secara otomatis dan proses sintesis protein akan berhenti. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat video animasinya di link  kumpuilan video pembelajaran berikut ini.
http://konsepbiologi.wordpress.com/video-pembelajaran/ http://konsepbiologi.wordpress.com/video-pembelajaran/
Read more